Operasi Sesar : Keamanan, Risiko, dan Terobosan ERACS untuk Pemulihan Lebih Cepat

dr. Soffin Arfian, SpOG, MBA Jumat, 14 Mar 2025
Tindakan operasi SC di RS PKU Solo

Apa yang dimaksud dengan operasi sesar (SC) ?

Operasi sesar atau Seksio Sesarea (SC) adalah prosedur pembedahan untuk melahirkan bayi melalui sayatan di perut dan rahim. Meskipun sering dianggap sebagai pilihan praktis, SC tetap memiliki indikasi medis tertentu serta risiko yang perlu dipahami oleh ibu hamil. Dengan berkembangnya teknologi medis, metode ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Section) kini memungkinkan pemulihan lebih cepat dan nyeri yang lebih ringan, menjadikan SC semakin aman dan nyaman.

Indikasi Operasi Sesar

Seksio sesarea dilakukan ketika persalinan normal berisiko bagi ibu atau bayi. Beberapa Indikasi medis meliputi:

  1. Gawat Janin – Ketika detak jantung janin tidak stabil, mengindikasikan kekurangan oksigen.
  2. Plasenta Previa – Plasenta menutupi jalan lahir, berisiko perdarahan hebat jika dipaksakan normal.
  3. Solusio Plasenta – Plasenta terlepas sebelum waktunya, yang dapat menyebabkan kematian janin.
  4. Disproportion Cephalopelvic (CPD) – Kepala bayi terlalu besar atau panggul ibu sempit, Atau Malposisi antara kepala bayi dan panggul yang menyebabkan gangguan Akomodasi antara bayi dan jalan lahir.
  5. Posisi Janin Tidak Normal – Bayi sungsang atau melintang yang sulit dilahirkan secara normal.
  6. Preeklampsia dan Eklampsia – Tekanan darah tinggi yang dapat membahayakan ibu dan bayi.
  7. Infeksi Ibu – HIV atau herpes genital aktif yang bisa menular ke bayi saat lahir normal.
  8. Riwayat SC Sebelumnya – Beberapa kasus memerlukan SC ulang untuk menghindari risiko ruptur uteri.

Selain indikasi medis, beberapa ibu memilih SC berdasarkan faktor non-medis, seperti menghindari nyeri persalinan atau ingin menentukan tanggal lahir bayi. Meskipun memungkinkan, keputusan ini harus dipertimbangkan dengan matang.

Risiko dan Komplikasi Operasi Sesar

  • Risiko bagi Ibu diantaranya adalah :

  1. Infeksi – Luka operasi bisa terinfeksi, menyebabkan peradangan pada rahim (endometritis) atau luka operasi yang sulit sembuh.
  2. Perdarahan Berlebih – SC memiliki risiko perdarahan lebih tinggi dibanding persalinan normal, berpotensi memerlukan transfusi darah.
  3. Cedera Organ – Kandung kemih atau usus bisa mengalami cedera selama operasi.
  4. Adhesi atau Perlengketan – Luka operasi bisa menyebabkan perlengketan organ dalam yang berisiko pada kehamilan berikutnya.
  5. Trombosis (Penggumpalan Darah) – Risiko penggumpalan darah di pembuluh vena meningkat setelah operasi SC.
  • Risiko bagi Bayi diantaranya adalah :

  1. Gangguan Pernapasan – Bayi lahir melalui SC lebih berisiko mengalami Transient Tachypnea of the Newborn (TTN).
  2. Cedera saat Operasi – Risiko terkena sayatan bedah meskipun jarang terjadi.
  3. Kurangnya Paparan Mikrobiota Ibu – Persalinan normal membantu mentransfer mikrobiota dari ibu ke bayi, yang bermanfaat untuk sistem imun bayi.

Terobosan ERACS: Operasi Sesar dengan Pemulihan Lebih Cepat

Teknik ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Section) menjadi solusi bagi ibu yang menjalani SC agar bisa pulih lebih cepat. Berbeda dari SC konvensional, ERACS menggunakan metode anestesi modern dan teknik manajemen nyeri yang lebih canggih.

Keunggulan ERACS:

✅ Masa rawat lebih singkat – Pasien bisa pulang pada hari ke-2 pasca operasi, dibandingkan SC biasa yang membutuhkan 3-5 hari rawat inap.

✅ Nyeri lebih ringan – Berkat kombinasi obat analgesik modern dan teknik anestesi yang lebih baik, nyeri pasca operasi lebih minim.

✅ Pemulihan lebih cepat – Ibu bisa lebih cepat bergerak dan menyusui bayi setelah operasi.

✅ Risiko komplikasi lebih rendah – Mengurangi kemungkinan trombosis dan infeksi luka operasi.

Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta telah menerapkan ERACS sebagai standar pelayanan bagi pasien SC. Saat ini, rawat inap maksimal adalah hari ke-2 pasca operasi, meskipun banyak ibu yang ingin pulang lebih cepat. Tetapi  demi keamanan, rumah sakit menetapkan minimal 48 jam pemantauan sebelum ibu diperbolehkan pulang.

VBAC: Alternatif Persalinan Normal Setelah Sesar

Bagi ibu yang ingin mencoba melahirkan normal setelah pernah menjalani SC, ada opsi Vaginal Birth After Cesarean (VBAC). Keuntungan VBAC meliputi:

✅ Pemulihan lebih cepat dibanding SC ulang

✅ Risiko komplikasi lebih rendah

✅ Mengurangi kemungkinan perlengketan akibat operasi berulang

Namun, VBAC memiliki risiko ruptur uteri atau robekan rahim di bekas operasi sebelumnya, yang bisa menyebabkan perdarahan hebat dan membahayakan bayi serta ibu. Keberhasilan VBAC bergantung pada faktor seperti ketebalan dinding segmen bawah rahim, jarak kehamilan, riwayat SC sebelumnya, serta kesiapan rumah sakit dalam menangani kemungkinan komplikasi.

Foto : Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta

Kesimpulan

Operasi sesar tetap menjadi prosedur penting dalam dunia obstetri, terutama untuk kondisi yang berisiko tinggi. Dengan adanya teknik ERACS, ibu yang menjalani SC kini bisa menikmati pemulihan lebih cepat dan nyeri yang lebih ringan. Meski begitu, VBAC tetap bisa menjadi pilihan bagi ibu yang memenuhi syarat medis tertentu.

Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk menentukan metode persalinan terbaik dan teraman sesuai kondisi kesehatan ibu dan bayi. Setiap persalinan adalah pengalaman unik, dan keputusan yang tepat akan memastikan keselamatan serta kesehatan ibu dan buah hati.

 

Sumber: American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) – Guidelines for Vaginal Birth After Cesarean (VBAC) and Cesarean Delivery. World Health Organization (WHO) – Recommendations on Cesarean Section Rates and Maternal Health. Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG) – Clinical Guidelines on Cesarean Delivery and VBAC. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) – Pedoman Manajemen Persalinan dan Seksio Sesarea di Indonesia.
RS PKU Muh Surakarta

Tinggalkan Komentar

Name *

Email *

Website *

Komentar *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Contact Us