Skip to main content
Pertanyaan Kelompok Yang Divaksin COVID-19

Pertanyaan Kelompok yang Divaksin COVID-19 dan Kondisi Khusus

Berikut beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan seputar kelompok yang divaksin dan Kondisi Khusus.

__

Pertanyaan: Apakah ibu hamil dan ibu menyusui dapat diberikan vaksin COVID-19?

Jawab: Belum ada data tentang kemanan dan efektivitas pada kelompok ini sehingga sementara belum akan divaksinasi, menunggu data yang diperlukan.

__

Pertanyaan: Apakah pasien diabetes melitus dalam terapi, tapi tidak periksa HBA 1C boleh diberikan vaksin COVID-19?

Jawab: Pasien diabetes terkendali boleh divaksinasi. Pada kasus diabetes yang saat tahap awal tidak bisa mengikuti vaksinasi karena belum terkendali dapat mengikuti vaksinasi tahap berikutnya.

__

Pertanyaan: Apakah pasien lupus eritematosis sistemik (LES) atau penyakit autoimun lainnya yang sudah terkontrol dengan pengobatan dapat diberi vaksin COVID-19?

Jawab: Belum ada data, masih menunggu data tentang keamanan dan efektivitas vaksin COVID-19 pada penyitas autoimun sistemik.

__

Pertanyaan: Jika sudah pernah terkena COVID-19, apakah saya perlu divaksin juga? Bukankah antibodi yang terbentuk setelah terkena COVID-19 hanya bertahan 3-4 bulan?Jika memang akan divaksin berapa lama sejak Swab dinyatakan negatif?

Jawab: Penyitas COVID-19 divaksinasi pada saat antibodi sudah tidak mempunyai daya lindung lagi. Berapa lama masa tersebut masih dalam penelitian. Namun, pada prinsipnya akan dilakukan vaksinasi.

__

Pertanyaan: Apakah semua pasien HIV atau imunodefisiensi lainnya tidak direkomendasikan untuk diberikan vaksin COVID-19? Bagaimana jika virus HIV sudah tidak terdeteksi dalam terapi antiretroviral?

Jawab: Pada pasien HIV, vaksin COVID-19 sebaiknya diberikan ketika jumlah CD4 lebih dari 200 sel/mm3 dengan klinis baik dan tidak ada infeksi oportunistik. Kadar viral load tidak menjadi pertimbangan tersendiri.

 

Source:  Q&A Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).