Skip to main content
Pertanyaan Efek Samping Vaksin COVID-19

Pertanyaan Efek Samping Vaksin COVID-19

Apa saja sih Efek Samping dari Vaksin Covid19? Berikut beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan.

__

Pertanyaan: Bagaimana tingkat keamanan vaksin-vaksin COVID-19 yang tersedia?

Jawab: Pada umumnya semua vaksin yang sedang menjalani uji klinik tahap 3 sudah mendapat Emergency use authorization (EUA) ari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, kemanannya baik.

__

Pertanyaan: Bagaimana risiko antibody dependent enhancement (ADE) setelah pemberian vaksin COVID-19?

Jawab: Risiko ADE terjadi pada vaksin Dengue. Sampai saat ini berdasarkan dari semua penelitian di berbagai senter tidak ada laporan kejadian ADE. Semua uji klinik memantau kejadian ADE ini terutama pada uji binatang.

__

Pertanyaan: Apa standar operating procedure (SOP) yang harus dilakukan penerima vaksin setelah vaksin?

Jawab: Penerima vaksin disarankan jangan langsung pulang. Tunggulah sekitar 30 menit di ruang pemantauan. Jika ada reaksi/gejala tertentu yang dirasakan pada tubuh segera lapor petugas. Jika setelah 30 menit tidak ada keluhan apa pun petugas akan mengizinkan untuk pulang.

__

Pertanyaan: Bagaimana mengatasi syok yang disebabkan oleh reaksi alergi yang berat setelah vaksin? Apakah pasien yang pernah mengalami alergi pada pemberian vaksin lain dapat diberikan vaksin COVID-19? Apa langkah yang harus dilakukan untuk mencegah reaksi alergi beratpasca vaksin?

Jawab: Syok yang disebabkan oleh reaksi alergi yang berat dapat terjadi pada pemberian obat dan vaksin apapun. Sebagai standar, kit anafilaksis tentu harus disiapkan setiap memberikan vaksin. Mereka yang pernah mengalami alergi berat harus mendapat pemantauan ketat di tempat yang dianggap mampu mengatasi. Mereka yang mengalami reaksi alergi berat tidak akan diberikan suntikan kedua.

__

Pertanyaan: Jika terjadi reaksi alergi lokal, seperti kulit kemerahan apakah perlu perawatan terapi?

Jawab: Biasanya reaksi kulit kemerahan akan hilang dengan sendirinya, tapi boleh saja diberi terapi simtomatik.

__

Pertanyaan: Apa saja efek samping yang ditemukan setelah pemberian vkasin COVID-19?

Jawab: Efek samping lokal yang terjadi, seperti kemerahan, nyeri pada tempat suntikan, dan bengkak. Efek samping sistemik yang terjadi, berupa sakit kepala, fatig, mialgia, ada juga yang suhunya naik tetapi tidak tinggi. Namun, efek samping ini umumnya akan sembuh dengan sendiri.

__

Pertanyaan: Bagaimana pemantauan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada vaksin darurat seperti COVID-19 ini?

Jawab: KIPI adalah bagian dari proses vaksinasi yang selalu dipantau pada vaksinasi apa pun. Namun, pada vaksin jenis baru seperti COVID-19 pemantauan akan lebih ketat karena efek samping yang akan mungkin timbul pada vaksinasi massal lebih banyak daripada yang ditemukan pada uji klinik.

__

Pertanyaan: Apakah KIPI sama dengan efek samping?

Jawab: KIPI adalah kejadian yang terjadi selama 28 hari setelah vaksinasi. Kejadian ini dapat berhubungan atau tidak ada hubungannya dengan vaksinasi. Jadi, cakupan KIPI lebih luas daripada efek samping.

__

Pertanyaan: Apa Saja Contoh KIPI yang sering terjadi?

Jawab: KIPI yang dapat terjadi berupa efek samping lokal, sistemik, atau kejadian lain yang terjadi selama 28 hari setelah vaksin.

 

Source:  Q&A Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).